JAKARTA – Jasa Tirta II meraih 2 penghargaan dalam 2nd Revolusi Mental Awards BUMN Tahun 2019 yaitu CEO Revolusi Mental Gotong Royong Terbaik II dan Gold Winner Kategori Indonesia Bersih yang diterima langsung oleh Direktur Utama Jasa Tirta II U. Saefudin Noer   pada 19 September 2019 bertempat di Hotel Borobudur, Jakarta.


Untuk kategori BUMN Indonesia Bersih, peraih silver adalah Pelabuhan Indonesia 3 dan bronze diraih oleh Perum PPD, sedangkan Best CEO Revolusi Mental Gotong Royong di raih Setia N Milatia Moemin yang merupakan Direktur Utama Perum DAMRI.


Penghargaan tersebut diterima oleh Saefudin Noer karena berhasil menanamkan nilai transformasi di Jasa Tirta II dalam kurun waktu 100 hari dengan program Quick-win diberbagai bidang yang berlangsung hingga 6 bulan pertama menjabat dan itu menjadi budaya terus menerus hingga saat ini. Hal tersebut sejalan dengan tema 2nd Revolusi Mental Awards, "Transformasi Korporasi: Revitalisasi Revolusi Mental" yang diselenggarakan oleh BUMN Track.


Saefudin Noer menyebut tugasnya di Jasa Tirta II merupakan patriot call karena perusahaan ini 90 persen air untuk pertanian sebagai bagian menjaga ketahanan pangan nasional, mengairi lebih dari 240ribu hektar, dua kali panen per tahun, rata-rata 6 ton per hektar setara dengan nilai rupiah sebesar 13 triliun/tahun. Ia mendapat amanat dari Kementerian BUMN bahwa Jasa Tirta II butuh pemikiran-pemikiran baru. Untuk mengemban amanat itu, mantan Direktur Keuangan Pelindo III ini pun memutuskan untuk memulai dengan turun langsung ke lapangan, mendengar suara dari bawah, dan melakukan perubahan untuk membangkitkan harapan di masa depan.


Saefudin ingin perusahaan ini bertransformasi dengan melihat sumber daya yang ada, seperti waduk sungai, tanah, aset, properti, wilayah pariwisata, dan air. Ia juga ingin membuat kultur baru, dengan dimulai dari aspek People, menciptakan SDM unggul yang inovatif dan berdaya saing tinggi. Apalagi tiap potensi memiliki model dan proses bisnis yang berbeda-beda.


“Potensi pengusahaan yang manageable, profesional, dan komersial, akan banyak menghasilkan tambahan pendapatan bagi perusahaan. Maka perusahaan akan berkontribusi lebih dalam konservasi lingkungan, mencegah kekeringan, manajemen banjir, mitigasi konflik SDA, serta value creation energi baru dan terbarukan. Pengusahaan dan pengelolaan SDA oleh BUMN akan menjadi lebih profesional sebagai perusahaan, dengan triple bottom line People, Planet & Profit. Itu juga bisa membuka lapangan pekerjaan baru. Itu hope dan dream kami,” kata Saefudin Noer.


Tak hanya itu, untuk mewujudkan transformasi perusahaan secara merata, Saefudin Noer mempererat hubungan industrial dengan Serikat Karyawan Jasa Tirta II, menjadikan rekan untuk terus mengawal cita-cita perusahaan berada dalam koridor yang benar. Ia juga turut mengajak Generasi Milenial untuk memperkuat perusahaan dengan memberikan ruang kreatif yang terbuka bagi para kaum muda dengan emangat inovasi dan gotong royong.


Jasa Tirta II juga meraih penghargaan kategori BUMN Bersih Terbaik atas upaya dalam memelihara kebersihan sumber daya air di wilayah kerjanya. Jasa Tirta II secara rutin melaksanakan Konservasi sungai/bendungan/bendung, operasi dan pemeliharaan Wilayah Sungai (WS), waduk, bendungan, bendung, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti pengangkatan eceng gondok, pengangkatan lumpur, pembersihan saluran, babadan rumput, penanaman pohon, proyek biogas sebagai energi baru terbarukan EBT untuk mencegah pencemaran sungai dan lain-lain.


Indikator lain revolusi mental adalah proses pekerjaan yang biasanya dilaksanakan oleh kontraktor, sekarang diubah skemanya dengan mengajak masyarakat sekitar melalui program padat karya tunai dan bina lingkungan serta program konservasi dan pengamanan obyek vital nasional bersama TNI dan Polri serta aparat pemerintah setempat.


Gotong royong yang berhasil digerakan dimulai dengan pembersihan situ cisanti sebagai sumber air Citarum, beberapa titik wilayah sungai, waduk dan bendungan, saluran dan bendung, piket air irigasi, kemitraan dalam menggerakan wisata air yang semuanya dimulai dengan melibatkan karyawan untuk mewujudkan revolusi budaya menjadikan sungai sebagai halaman depan.


Jasa Tirta II juga berhasil mengharmoniskan multifungsi Waduk/Bendungan Ir. H. Djuanda Jatiluhur yang beroperasi lebih dari 52 tahun yang lalu, sebagai PLTA pertama yg menyuplai listrik untuk menunjang ketahanan energi, ketahanan bencana dan fungsi pengairan untuk pertanian dan ketahanan pangan. Berdasarkan pengalaman itu, salah satu bagian dari revolusi mental yang dilakukan adalah pengajuan konsep One River One Management (OROM) guna optimalisasi pengusahaan SDA untuk terus berkontribusi bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.


Konsep OROM akan lebih optimal jika Jasa Tirta II memperoleh dukungan regulasi terkait dengan optimalisasi aset dan harta milik negara (HMN), antara lain dengan adanya Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang dapat menarik investasi sebagai strategi pendanaan dalam menciptakan value creation di bidang pengusahaan dan pengelolaan SDA untuk mewujudkan keberlanjutan dan kemandirian pengelolaan SDA untuk ketahanan bangsa.


Tahun ini, untuk kedua kalinya penghargaan Revolusi Mental Awards digelar. Dipimpin oleh Dr. Sugiharto, Menteri BUMN Tahun 2004-2007, proses penjurian untuk menentukan pemenang penghargaan berlangsung dua tahap. Yakni seleksi kuesioner dilanjutkan pendalaman materi melalui presentasi dan wawancara CEO di hadapan dewan juri.


Penghargaan-penghargaan yang diberikan dalam Revolusi Mental Award 2019 ini diharapkan dapat memotivasi lembaga pemerintahan, Kementerian dan BUMN untuk terus menjalankan semangat  Revolusi Mental.

Berita Lainnya: