JAKARTA – Jasa Tirta II berhasil meraih capaian membanggakan dengan memperoleh  penghargaan sebagai BUMN dengan Transformasi Organisasi Terbaik ke-2 pada acara Malam Anugerah BUMN 2020 Tahun ke-9. Penghargaan tersebut diterima oleh Plt. Direktur Utama Jasa Tirta II Haris Zulkarnain pada 9 Juli 2020 bertempat di The Terrace – The MAJ Senayan. 
Predikat Tranformasi Organisasi Terbaik disandang oleh Jasa Tirta II karena berhasil menanamkan konsep transformasi kepada karyawan dan menjadi budaya terus menerus hingga saat ini. 
“Fokus transformasi Jasa Tirta II mencakup people and corporate culture, proses bisnis, teknologi informasi dan komunikasi, area bisnis baru, dan optimalisasi aset serta dukungan regulasi sehingga sebagai BUMN Jasa Tirta II dapat berkontribusi lebih banyak bagi ketahanan pangan dan energi nasional,”ucap Haris Zulkarnain. 
Menurutnya, potensi pengusahaan yang manageable, profesional, dan komersial, akan banyak menghasilkan tambahan pendapatan bagi perusahaan. Dengan transformasi ini, Jasa Tirta II ingin menjaga konservasi lingkungan, memitigasi kekeringan, manajemen banjir, mengurangi perselisihan SDA, serta energi baru dan terbarukan sehingga lebih baik karena tidak hanya mementingkan air untuk PLTA yang bersifat komersial yang selama ini dikelola pihak lain, tapi jauh lebih penting lagi untuk menyuplai air bagi kebutuhan pengairan dan pangan.
Pada bidang Sumber Daya Manusia (SDM) yang merupakan penggerak dalam transformasi organisasi, Jasa Tirta II telah melakukan assessment dengan tujuan berperan sebagai talent pool sehingga dapat meningkatkan kinerja untuk mencapai tujuan perusahaan. 
Selama pandemi virus corona, Jasa Tirta II sebagai BUMN pengelola sumber daya air tetap melaksanakan operasional pengusahaan dan pengelolaan SDA secara normal dengan tetap memperhatikan Protokol Pencegahan COVID-19 secara ketat.
“Guna menjaga ketahanan pangan dan energi, untuk pekerjaan kritikal seperti pemberian air untuk irigasi, air baku dan pembangkitan PLTA kita tetap melaksanakan secara full operation. Tentu dengan tetap memperhatikan kesehatan, keselamatan dan keamanan karyawan,” ucap Haris.
Sebagai upaya perlindungan terhadap  kesehatan karyawan yang merupakan aset Perusahaan, Jasa Tirta II telah melakukan berbagai upaya pencegahan COVID-19 seperti pemberlakukan sistem Work From Home, penyemprotan desinfektan, penutupan Kawasan Wisata Jatiluhur, larangan mudik, membuka layanan hotline, pelaksanaan rapid tes dan lainnya.
“Dalam situasi seperti ini, kami mendukung kebijakan pemerintah untuk mencegah penyebaran covid-19 dengan menerapkan work from home bagi karyawan, penyediaan alat pelindung diri, pemberian vitamin dan extrafoodingi serta penerapan protokol pencegahan COVID-19 secara ketat. Hal ini untuk melindungi kesehatan dan keselamatan karyawan. Ini menjadi prioritas kami tentunya,”ucap Haris. 
Protokol pencegahan COVID-19 yang telah diterapkan antara lain pengukuran suhu tubuh, wajib penggunaan masker, physical distancing, penempatan hand sanitizer bagi karyawan dan tamu, penyediaan antar jemput karyawan, penyelenggaraan rapat melalui video conference, pelaksanaan rapid tes, mekanisme pengadaan barang/jasa secara online. Protokol-protokol tersebut sudah disosialisasikan di seluruh wilayah kerja dan melalui media sosial Jasa Tirta II.
Pandemic COVID-19 juga mengakibatkan sebagian pekerja harian di sekitar Waduk Jatiluhur merasakan dampaknya karena pekerjaannya terhenti menyusul adanya himbauan pemerintah untuk menghentikan aktivitas di luar rumah. 
Berkaca pada hal tersebut, Jasa Tirta II sebagai Badan Usaha Milik Negara mewujudkan kehadirannya melalui gotong royong padat karya tunai bersama masyarakat lokal membersihkan Waduk Jatiluhur. Tujuannya untuk mengantisipasi dan mengurangi pergerakan sampah eceng gondok dan keramba jaring apung (KJA).
"Melalui gotong royong dengan program padat karya tunai ini masyarakat yang turut serta gotong royong memperoleh pengganti transport dan makanan harian, tentunya dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan covid-19,"kata Haris. 
Memasuki era New Normal, untuk membantu pemerintah memulihkan roda perekenomian, Jasa Tirta II mengambil peran dengan memberikan bantuan ke pelaku UMKM untuk bertahan melalui Program Kemitraan pada Selasa, 30 Juni 2020 kepada 28 Pelaku UMKM. Program kemitraan adalah sebuah program menggandeng para pelaku usaha UMKM atau pengusaha kecil mandiri menjadi mitra binaan dan diberikan bantuan berupa pinjaman lunak dan lainnya.
“Di era adaptasi kebiasaan baru ini, pelaku UMKM diberi bekal modal pinjaman dan pengetahuan untuk bisa mempertahankan usahanya, mengembalikan kredit dengan baik dan lancar sehingga bisa bergilir kembali kepada pelaku UMKM lain yang belum mendapat kesempatan. Ini juga sebagai bagian untuk memperkuat perekonomian rakyat sesuai keinginan Pemerintah,”kata Haris.
Tak hanya itu, melalui Program Bina Lingkungan, Jasa Tirta II juga membantu pelaku UMKM yang juga mitra binaan di Kawasan Wisata Jatiluhur Valley & Resort dengan memberikan bantuan wastafel portable, faceshield dan paket sembako.
Haris mengharapkan mitra binaan dapat mengikuti perkembangan zaman dalam menjalankan bisnisnya, apalagi di era adaptasi kebiasaan baru yang mengarah ke digitalisasi, sehingga dapat mengurangi penyebaran COVID-19.

Berita Lainnya: