_resize.JPG) |
| Sutisna Pikrasaleh - Kepala Biro Bina Operasi & Konservasi |
PENGUSAHAAN WADUK
Pola operasi pengusahaan waduk seri Citarum mengacu kepada hasil-hasil kesepakatan dari Tim Kerja SPKTPA Citarum dengan mempertimbangkan fungsi sosial dan ekonomis ketersediaan air dan aspek lainnya seperti kondisi musim dan sebagainya. Hal ini dikarenakan keberadaan waduk Saguling dan Cirata difungsikan untuk pembangkitan listrik tenaga air (single purpose) sedangkan Waduk Ir. H. Djuanda difungsikan untuk berbagai keperluan (multi purpose).
Waduk Saguling
Realisasi rata-rata bulanan air masuk ke waduk Saguling bulan September 2008 sebesar 11.48 m3/det dan rata-rata bulanan air keluar sebesar 48.29 m3/det. Sedangkan realisasi TMA setinggi + 631.44 m dari rencana bulanan setinggi 631,61 m
Waduk Cirata
Realisasi rata-rata bulanan air masuk ke waduk Cirata bulan September 2008 sebesar 65.13 m3/det dan rata-rata bulanan air keluar sebesar 120.35 m3/det. Sedangkan realisasi TMA setinggi + 209,62 dari rencana bulanan setinggi 209.75 m
Waduk Ir. H. Djuanda
Realisasi rata-rata bulanan air masuk ke waduk Ir. H. Djuanda bulan September 2008 sebesar 122.03 m3/det, dan rata-rata bulanan air keluar sebesar 132.92 m3/det. Sedangkan realisasi TMA setinggi + 96.28 m dari rencana bulanan setinggi 93.76 m.
PELAKSANAAN OPERASI
Kegiatan Pemberian Air
Kegiatan penyediaan air baku untuk kebutuhan daerah down-stream disuplai dari Waduk Ir. H. Djuanda melalui Bendung Curug dan sumber-sumber air setempat. Penyediaan air baku diperuntukkan dalam rangka memenuhi kebutuhan air, untuk; air minum dan keperluan rumah tangga, air pertanian, industri, penggelontoran kota dan keperluan lainnya.
Rencana pemberiaan air dari tanggal 1 Oktober 2008 s.d. tanggal 15 September 2009 sebanyak 4.095,78 juta m3. Realisasi penyediaan air baku dari Curug bulan September 2008 sebesar 5.9447.74 juta m3 dan dari sumber-sumber setempat sebesar 1.854,27 juta m3 dari rencana sebesar 1.848,95 juta m3.
Kegiatan Tanam dan Panen Padi Daerah Irigasi (DI) Jatiluhur
Kegiatan OP Jaringan Irigasi diperuntukkan menjaga stabilitas pasokan air untuk keperluan pertanian. Luas areal DI Jatiluhur sebesar 222.858 ha dan selatan Jatiluhur seluas 30.734 ha (99,99 %).
Penyediaan air baku untuk daerah irigasi Utara Jatiluhur disuplai dari Wduk Ir. H. Djuanda melalui Bendung Curug sedangkan kebutuhan air untuk DI Selatan Jatiluhur disuplai dari sumber-sumber setempat.
Musim Tanam Padi Gadu MT 2008/2009
Daerah Irigasi (DI) Utara Jatiluhur
Perkembangan Tanam Padi Gadu II MT. 2008/2009 :
Daerah Irigasi Jatiluhur target tanam seluas 222.858 ha, realisasi aktifitas seluas 222.103 ha (99,66 %) termasuk areal tanam palawija seluas 96 ha dari areal tanam tersebut telah di panen seluas 184.639 ha (82,85 %) termasuk areal panen palawija dan dalam target seluas 109 ha puso selain dalam target terdapat aktivitas tanam di luar target seluas 5.914 ha, dari areal tanam tersebut telah di panen seluas 3.641 ha.
Daerah Irigasi (DI) Selatan Jatiluhur
Daerah Irigasi selatan Jatiluhur target tanam seluas 30.735 ha, realisasi aktifitas tanam seluas 30.734 ha 30.734 ha (99,99) dari areal tanam tersebut telah di panen seluas 30.734 ha (99,99%) selain aktivitas dalam target terdapat aktivitas tanam di luar target seluas 18.943 ha dan telah di panen seluas 18.887 ha dan luar target seluas 56 ha puso di Kabupaten Indramayu.
Padi Gadu II MT 2008
Daerah Irigasi Jatiluhur
Daerah Irigasi jatiluhur target aktivitas seluas 30.468 ha, realisasi aktivitas seluas 6.016 ha (19,75%) terdiri dari bibit garap 10 ha serta tanam seluas 6.006 ha (19,71%) dan telah di panen seluas 239 ha (0,78%).
Daerah Irigasi Selatan Jatiluhur
Daerah Irigasi Selatan Jatiluhur target aktivitas seluas 2.658 ha, realisasi aktivitas tanam seluas 1.586 ha (59,67%) dari areal tanam resebut telah dipanen seluas 1.586 ha (59,67%).
Kegiatan Pemantauan Kualitas Air
Kegiatan pemantauan kualitas air dilaksanakan di 75 titik. Ditujukan untuk mengetahui kualitas air sungai yang tidak memenuhi baku mutu air sesuai Keputusan Gubernur Jawa Barat No. 39 Tahun 2000 dan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2001 di wilayah kerja Perusahaan dengan melakukan pengujian melalui laboratorium.
Kegiatan Pemantauan Pembuangan Limbah Cair
Kegiatan Konservasi lainnya yaitu melaksanakan pemantauan dan pengendalian buangan limbah cair industri, kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Dinas terkait Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dan Provinsi dengan Perum Jasa Tirta II.
Kegiatan Penyuluhan Lingkungan
Perusahaan juga melaksanakan kegiatan penyuluhan lingkungan kepada masyarakat yang dilaksanakan secara berkesinambungan setiap tahunnya. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya perusahaan dalam menjelaskan dan mengajak peran serta masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian wilayah sungai untuk kepentingan bersama. Pada Tahun 2007 telah dilaksanakan kegiatan penyuluhan lingkungan Kepada Siswa-Siswi SMU/SMK/MA Kabupaten Purwakarta.
Sosialisasi Konservasi
Dilaksanakan melalui program penyuluhan lingkungan ke sekolah-sekolah, masyarakat, industri dan instansi terkait. Sosialisasi juga dilaksanakan melalui keterlibatan Perum Jasa Tirta II dalam pameran-pameran, pembuatan leaflet/brosur. Perum Jasa Tirta II telah membuat buku “Aku Cinta Sungaiku” untuk distribusikan ke sekolah-sekolah.
Rekomendasi Teknis IPLC
Merupakan rekomendasi yang dikeluarkan PJT II kepada Pemda setempat untuk mengeluarkan Surat Izin Pembuangan Limbah Cair (SIPLC) industri yang membuang limbah cairnya ke badan sungai yang berada di Daerah Kerja Perum Jasa Tirta II
| Attachment : |
Titik Pantau Kualitas Air |
| |
|
Daftar_Titik_Pantau_Kualitas_Air.pdf |
|