Saat ini dunia tengah dilanda pandemic global Covid-19. Selama 7 bulan Covid-19 berlangsung di Indonesia, telah memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap perekonomian nasional. Terjadinya penurunan produksi, permintaan, dan tekanan yang cukup signifikan membuat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi bagian yang paling terdampak. Mereka berupaya keras mempertahankan usahanya agar terus berjalan dan pekerja yang menggantungkan hidupnya pada UMKM tersebut.

 

Jasa Tirta II sebagai salah satu BUMN di Jawa Barat berperan aktif dalam menjaga keharmonisan dengan karyawan, keluarga dan komunitas yang ada di sekitar Perusahaan II untuk meningkatkan kualitas hidup bersama. Salah satunya melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui berkomitmen untuk mensejahterakan komunitas dan masyarakat sekitar yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga dengan memperhatikan kondisi sosial dan lingkungannya.

 

Plt. Direktur Utama Jasa Tirta II Haris Zulkarnain mengatakan program TJSL merupakan komitmen Perusahaan untuk turut berkontribusi dalam membangun ekonomi berkelanjutan.  Menurutnya melalui fungsi TJSL dan peran sebagai BUMN, Jasa Tirta II  berpartisipasi aktif dalam upaya membantu UMKM khususnya mitra binaan yang terdampak pandemi Covid-19.

 

“Kami bantu UMKM untuk bertahan, bangkit dan maju bersama Jasa Tirta II dengan memberikan bantuan program kemitraan, pendidikan dan pelatihan mengelola keuangan dan mengenalkan produk UMKM ke masyarakat,”ucap Haris Zulkarnain.

 

Salah satu penerima Program Kemitraan Jasa Tirta II adalah Aas, perwakilan warga Kec. Batujaya Kab. Karawang. Aas menerima bantuan modal lunak bagi para Petani Tambak Bandeng dan Udang di Kecamatan Batu Jaya, Kab. Karawang.

 

Semula Aas hanya mengolah satu petak tambak bandeng dengan ukuran kurang lebih 3 Hektar dan mengolah empang melalui uang pinjaman dari para pemodal di  wilayahnya dengan suku bunga sekitar 50% dari modal yang dipinjam.

 

Melalui kerjasama Program Kemitraan dengan Jasa Tirta II, Bapak Aas telah memperoleh pinjaman pertamanya senilai 10 Juta Rupiah pada tahun 2013 dan berlanjut sampai 25 Juta rupiah.  Dengan bantuan modal dari program kemitraan yang berbunga ringan, Aas dapat terbebas dari hutang rentenir dan mengembangkan usahanya terhitung pada Bulan Oktober  2020. Aas sebagai petani tambak berhasil meraih omset senilai 60 Juta Rupiah setiap panen dan saat ini tambak yang dimiliki sudah sampai 4 petak seluas 20 Hektar.

 

Langkah lain dalam membina UMKM untuk maju, Jasa Tirta II juga ikut serta mengenalkan produk UMKM ke masyarakat. Salah satunya dengan mengikutsertakan UMKM dalam Pameran UMKM  "Bandung Indo Pangan 2020" dengan Tema “Optimalisasi Bahan Pangan Lokal Untuk Diversifikasi dan Kemandirian Pangan” yang berlokasikan di Braga City Walk, Bandung.

 

Dalam event tersebut, Jasa Tirta II mengirim perwakilan 2 mitra unggulan yaitu UMKM Makanan Ringan MKU Sahate dan Kopi Cimeuhma. Para UMKM difasilitasi PJT II untuk memasarkan, menjual, dan mengenalkan produk-produk unggulannya pada pengunjung yang di sekitar Bandung dan wisatawan dari luar kota.

 

Hasilnya, kegiatan yang berlangsung selama 3 hari tersebut berhasil menarik minat besar para konsumen baru. Mereka mengaku produk yang dimiliki baik oleh UKM Makanan Ringan MKU Sahate maupun Kopi Cimeuhmal membawakan cita rasa baru bagi lidah mereka. Bahkan ada konsumen yang meminta agar produk mitra dapat dikirim ke luar kota agar dapat ikut dinikmati oleh sanak saudaranya.

 

Hal ini tentu membawa dampak positif bagi para mitra maupun Perum Jasa Tirta II, karena selain dapat menjual dan mengenalkan produknya,  para mitra juga berkesempatan memperluas jaringan konsumen serta kredibilitas dan nilai positif Jasa Tirta II pun dapat meningkat di mata masyarakat.

 

Plt. Direktur Utama Jasa Tirta II Haris Zulkarnain berharap bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan yang telah diberikan tersebut membuktikan  kepada masyarakat bahwa Jasa Tirta II ikut mendukung pemulihan perekonomian nasional di tengah pandemi dengan membantu perekonomian industri kecil dan menengah melalui bantuan fasilitas pemasaran maupun bantuan modal lunak bagi para UMKM yang tergabung dalam mitra binaan Jasa Tirta II.

Berita Lainnya: