Direktur Operasi dan Pemeliharaan Perum Jasa Tirta II, Bapak Anton Mardiyono, bersama Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Bapak Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw, Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian Bapak Hermanto, serta Kepala BBWS Citarum Bapak Mochammad Dian Alma’ruf, melaksanakan inspeksi lapangan untuk melihat secara langsung kondisi ketersediaan dan distribusi air di sejumlah wilayah pertanian di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang.
Inspeksi ini sekaligus menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi untuk mengambil langkah konkret, cepat, dan terukur dalam mengatasi dampak di tengah musim kemarau, khususnya dalam menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian. Penanganan dampak musim kemarau di wilayah Citarum sebelumnya juga dilakukan melalui koordinasi PJT II, Ditjen SDA, Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian, BBWS Citarum, serta pemerintah daerah, termasuk optimalisasi distribusi air dan dukungan pompanisasi.
Peninjauan dilakukan di beberapa lokasi:
1. Bangunan Kedung Gede B.Kg 38, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.
2. Saluran Kobak Ceper 4, Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi.
3. Sungai Tegal, Desa Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang.
4. Dusun Kamal, Desa Tanah Baru, Kecamatan Pakisjaya, Kabupaten Karawang.
Melalui pemantauan langsung dan sinergi lintas instansi, PJT II terus mendorong optimalisasi pengelolaan dan distribusi air serta langkah teknis yang diperlukan agar suplai air dapat menjangkau wilayah yang membutuhkan, menjaga keberlangsungan pengairan lahan pertanian, dan meminimalkan dampak musim kemarau.
Gerak bersama, langkah konkret, menjaga air tetap mengalir untuk pertanian.